episode 33 drama penculikan bag 2

891 Words
*** anand pun keluar dari kamar mandi nya sambil celingak celinguk berharap tidak ada orang yang melihat nya keluar , sebenarnya ia merasa malu dengan tindakan ia tadi akhirnya ia pura pura marah ke gladis untuk menutupi rasa malu nya itu, sebenarnya anand tidak tau apa apa perihal terjadinya salah kamar, ia hanya spontan saja berkata demikian untuk membuat alibi seolah olah ia telah di jebak ( padahal mah emang ia lagi di jebak hihihi). "hah, " akhirnya semuanya sudah pergi. " brraaak " terdengar suara buka pintu yang di banting kasar , sontak anand kaget melihat siapa yang datang dengan begitu marah nya, ya dia adalah Nisa. Aduh gawat, jangan jangan dia sudah menyadarinya, rutuk anand pada diri sendiri, bahkan ia pun tak bisa berkutik dari lagi dari tempat nya berdiri, ya ia masih di depan pintu kamar mandi nya dan masih bertelanjang d**a , ia kesulitan menelan saliva nya sendiri bahkan untuk menggerakkan kaki nya pun terasa kaku, ia menyadari itu. Nisa yang bergerak maju langsung mengambil sebuah bantal lalu menghampiri anand sambil berteriak dan memukul anand dengan bantal tersebut, dasar bos m***m, ngga bertanggungjawab, rese, nyebelin, ngga gentle, bisa bisa nya bikin bibir saya sampe bengkak gini, celoteh nya sambil mengejar anand yang lari ke sana kemari karna menghindari serangan dadakan dari Nisa, meskipun senjata nya hanya sebuah bantal yang empuk, tetapi tetap saja itu hal yang memalukan menurut nya. tu, tunggu, hei Nisa apa yang kau lakukan hah, berhenti, aku bilang berhenti kalau tidak biaya rumah sakit akan aku cabut. baru saja Nisa menyerang dengan lebih ganas lagi tiba tiba terhenti begitu saja, ia lupa bahwa ia masih punya tanggung jawab untuk membantu keluarga nya di kampung halaman nya terlebih lagi untuk biaya rumah sakit, yah sudah seminggu bapak Nisa masih terbaring lemah di rumah sakit, untuk biaya sudah di ambil alih oleh keluarga bos tajir nya itu dengan syarat ia harus menikah dengan anand. ia terduduk lemas di karpet bulu tebal yang halus itu lalu menangis, Huwaaaa, tuaan jahat, kenapa harus sembunyi sembunyi sih cium nya, kan saya udah janji sama diri sendiri jangan sampe kecolongan sampe sah nanti, tapi kenapa tuan ngga sabar, sampe ngancem ngancem segala, huwaaaa. anand pun terhenyak dengan apa yang di ucapkan Nisa tadi, berarti dia marah bukan karna ngga mau di sentuh dan dicium kan tapi karna belum sah, hah ternyata dasar gadis aneh lirih nya. akhirnya anand pun menghampiri Nisa berusaha untuk menenangkan nya belum juga ia memeluk nya tiba tiba tangis nya Nisa terhenti. aw, ringis anand ketika tangan nya di tepak oleh Nisa. mau ngapain tanyanya dengan sorot mata yang tajam dan sembab karna habis menangis. aku,,, ya,, aku,, aku mau menenangkan kan mu. ngga, ngga usah bilang aja mau cari cari kesempatan peluk peluk ia kan ngaku. hah,, tidak Nisa aku tulus kok dan untuk pengobatan bapak masih terus berlangsung kamu ngga usah khawatir ucap nya lembut, sehingga Nisa pun luluh dan terdiam dari tangis nya, hanya sesekali terdengar senggukan senggukan kecil karna menahan tangis nya. tanpa pikir panjang anand pun merengkuh nya kembali ke dalam pelukan nya . anand menenangkan Nisa dan membantu dia berdiri untuk duduk ke sofa mini yang ada di kamar lalu di ambil nya air putih dan diberikan nya ke Nisa. gladis merasakan kehangatan sebuah keluarga yang harmonis, ia merasakan kebahagiaan melihat kaka nya begitu perhatian dengan calon kaka ipar nya itu, dia tak lagi melihat anand yang selalu waspada ketika melihat wanita, terlebih lagi jika ada wanita jalang yang sengaja menggoda kaka nya, ekspresi nya sangat beda , kaka berubah menjadi sosok yang menyeramkan ia tampak benci melihat wanita bahkan jijik, bahkan gladis sering memergoki kakak nya yang kesepian sedang tertidur namun selalu di hantui mimpi buruk, yang entah apa yang menjadi penyebab sehingga menimbulkan phobia dan trauma yang parah. namun saat ini , di depan matanya sendiri ia menyaksikan bahwa kaka nya sudah tak tersakiti lagi oleh lawan jenis, apa mungkin phobia nya sudah sembuh total atau masih ada? ia masih sedikit khawatir dengan calon kaka iparnya itu, walaupun baru pertama kali bertemu ia langsung suka dengan sikap apa adanya itu, sederhana , walaupun urakan saat berbicara itup merupakan ciri khas nya calon kakak ipar nya itu. ia sudah mulai sayang ia tak mau jika calon kaka ipar nya itu tersakiti. terakhir kali gladis mendapati berita dari mami nya bahwa anand telah mendorong seorang wanita yang dengan sengaja mendekati nya, meskipun itu orang asing sekalipun ia langsung reflek begitu saja . untung saja wanita itu tidak menuntut lebih setelah di beri uang kompensasi dari perusahaan anand kaka nya itu. " hah " semoga kaka bahagia ya kak aku sangat senaaaaang sekali ucap nya lirih lalu menutup pintu kamar anand perlahan karena tidak ingin mengganggu keharmonisan mereka. *** di ruang makan grandma dan grandpa menoleh ke arah gladis yang sedang menghampiri mereka. maaf oma opa, gladis tadinya hanya iseng aja kok ngerjain kak anand biar ngga kerjaan terus yang dipikirkan, ntar keburu angot lagi kan bisa bisa nanti ngga nikah nikah deh. grandpa pun buka suara, lebih baik kau urusilah pendidikan mu itu, cepat kau putus kan ambil kuliah dimana di disini kah atau di Indonesia . uuh grandpa ngga seru, gladis pun beranjak dari duduk nya lalu bergegas kembali ke kamar nya dengan wajah cemberut. lalu grandma berkata kepada para pelayan untuk mengantarkan makan malam merek ke kamarnya masing-masing.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD