Ruang studio music itu terasa begitu sepi dan lengang karena karpet peredam suara melekat erat di seluruh dinding ruangan tersebut, sehingga tidak ada suara apa pun dari luar yang terdengar ke dalam, tidak ada seorang pun juga kecuali Nadine dan Juna plus beberapa peralatan alat musik lengkap mulai dari drum, keyboard, gitar, bas, alat perkusi dan lain sebagainya. Ruangan sepi itu jadi membuat Nadine kikuk dan canggung, perempuan itu bertanya-tanya, kira-kira mau mulai dari mana dia akan cerita, sementara wajah suaminya terlihat gusar dan resah, sepertinya Juna menyimpan sesuatu. “Kok diam saja? Katanya mau ngomong sesuatu? Mau ngomong apa?” tanya Juna heran, “ayo, ngomong saja, aku dengarkan.” Sesaat Nadine hanya terdiam sambil menghela napas cukup dalam. Perempuan itu lalu berdiri dan

