Siang itu, restaurant Mahameru tampak padat oleh pengunjung, selain banyak turis asing, wisatawan lokal juga banyak yang berkunjung ke sana untuk menikmati makanan khas tradisional Nusantara. Semerbak harum bunga Sedap Malam tampak menguar di udara, membuat ambience ruangan tersebut terasa nyaman dan tenang. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Ghayda Larasati alias Ghea, sang owner resto yang hatinya sedang gelisah dan harap-harap cemas. Perempuan itu hanya terdiam sambil mengaduk-aduk kue Bugis mandi yang masih tersisa sedikit di mangkok, Juna yang melihatnya merasa iba dengan nasib sang kakak. “Maafkan, Felicia, Mbak. Dia suka keceplosan gitu,” ujar Juna cemas sambil menatap kakak perempuannya. Ghea pun menggeleng pelan seraya berkata, “Nggak apa-apa, Jun. Aku bisa ngerti, kok.” “Lalu

