"Maaf Pak saya datang terlambat," ucap Tony seraya menundukkan wajah. Nevan yang memang sudah menunggu kedatangan Tony seketika mengalihkan perhatian dari latar laptop di hadapannya. Menatap Tony dengan intens. Lalu menghela napas panjang sebelum menghembuskan dengan kasar. "Ingat kamu asisten pribadi saya, jangan pernah mencampur-adukkan masalah pribadi dalam pekerjaan," geram Nevan sembari menatap wajah Tony yang terlihat kacau. "Siap Pak!" balas Tony dengan singkat. "Angkat wajah kamu. Lihat ke arah saya!" Titah Nevan yang tak mungkin bisa dibantah oleh Tony. Lantas Tony menurut dengan mengangkat wajahnya. Menatap wajah dingin dan datar Nevan seperti biasanya. Tiba-tiba Nevan tersenyum tipis. Sangat tipis hingga Tony tak menyadari jika sang bos yang sekaligus sahabat baiknya t

