Dua tahun telah berlalu begitu cepat. Aku bahkan telah memasuki dunia kampus dan disibukkan dengan banyak hal. Pada akhirnya aku memilih untuk melanjutkan pendidikan di Jakarta. Karena Ayah tidak mengijinkanku untuk kuliah di luar negeri. Hari ini adalah hari minggu. Aku pun mengurung diri di kamar sambil mendengarkan lagu-lagu hits di ponselku. Aku belum merasa lapar. Apalagi tadi tanpa sengaja melihat Ayah yang begitu perhatian dengan Bunda. Rasanya masih belum terbiasa melihat semua rutinitas tersebut. Nelly sudah sembuh setelah satu tahun. Bahkan, ia mendapatkan kembali seluruh ingatannya tentangku. Kami biasanya menelepon setiap malam. Itulah alasannya aku merasa cukup bosan sekarang. Baru saja ingin memejamkan mata. Suara ketukan pada pintu kamar menyadarkanku. Sewaktu bangkit du

