Bab 57

1136 Words

Banyak sekali orang yang berkata kalau ada baiknya aku menjalani hari-hari yang biasa kulakukan bersama keluarga baruku. Tidak menutup kemungkinan hal ini menjadi alasan untuk berjauhan dengan kembaranku dan Mama. Hanya saja aku tidak bisa melakukan semua itu. Banyak hal yang membuatku yakin kalau suatu hari kami bisa bertemu. Apalagi Nelly sedang sakit keras dan Ayah mengetahui hal itu. Percakapan kemarin sepertinya mempengaruhi perasaan Ayah. Buktinya sekarang sedang melamun di meja makan. Aku menghela napas panjang. Terheran karena masalah terus saja menghampiri keluargaku. “Apakah Ayah sudah memutuskan?” tanyaku di keheningan makan malam. Bunda menoleh. Seakan menebak yang dimaksud olehku. Kemudian menyenggol tangan Ayah sehingga mereka berbisik-bisik. Aku tidak pernah melihat Ayah y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD