Bab 62

1276 Words

Musik mengalun dengan lembut memenuhi ruangan persegi di dalam restoran. Lukisan-lukisan yang dipajang merupakan karya seni abstrak dari seniman terkenal. Hari ini tanpa memberitahukan terlebih dahulu, Nathan menjemputku di rumah dan mengajak untuk makan pada restoran di daerah menteng yang terkenal dengan ayam geprek favorit banyak orang. Kami sudah memesan ayam geprek dengan sambal yang wajar. Sekarang Nathan masih memandang wajahku tanpa mengatakan apapun. Aku berusaha menebak yang sedang dipikirkan olehnya namun hasilnya nihil. Selama ini pun aku selalu gagal mengerti perasaannya. Meskipun kami sering berbeda pendapat, Nathan akan mengerti dan memberikan solusi. Aku benar-benar beruntung memilikinya sebagai kekasih. “Kau belum menceritakannya secara lengkap mengenai kepergianmu besok,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD