Bab 17

1616 Words

Mentari bersinar sangat terik. Saking teriknya hari ini aku sampai bolak-balik kantin untuk membeli es buah pada istirahat pertama. Nathan hadir di sini bagaikan sosok yang tidak pernah luput dari sisiku. Kalian tahu kan jika sedang jatuh cinta? Seolah-olah dunia milik berdua. Hal itulah yang kurasakan sekarang. Awalnya aku merasa malu dengan kehadiran beberapa murid dari kelas lain memandangi kami ingin tahu. Berita sudah tersebar luas kalau kami berpacaran sejak seminggu lalu. Awalnya aku risih karena banyak yang mempertanyakan hal itu. Namun sekarang aku berusaha cuek dengan semuanya dan memulai hari-hari penuh memori bersama Nathan. Banyak yang berpendapat kalau hubungan kami akan berakhir setelah tamat SMA. Tapi, aku sepenuhnya yakin kalau Nathan tidak mudah melepaskanku begitu saja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD