Bab 66

1643 Words

Pagi hari saat hujan salju turun. Aku tiba-tiba mendapatkan telepon dari Ayah. Dua hari lalu aku hanya mengabari lewat pesan kalau sudah sampai di rumah Grandpa dengan selamat. Bahkan sudah menemui Nelly dan Mama. Setelah itu aku tertidur saking lelahnya selama perjalanan. Hingga lupa menghubungi Ayah. Dengan perasaan sedikit takut, menjawab panggilan telepon. ‘Halo, Ayah.’ ‘Ya, bagaimana keadaan di sana?’ tanya Ayah terdengar ketus. Kurasa hal itu dikarenakan aku tidak menghubungi setelah sampai di Amsterdam. ‘Semuanya baik-baik saja. Terkecuali Nelly.’ Terdapat jeda beberapa menit sebelum mendengar Ayah menghela napas panjang. Kurasa Ayah merasa menyesal tidak datang untuk melihat kondisi Nelly secara langsung. Itulah alasannya menghela napas begitu dalam. Aku memang tidak mengerti p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD