Di saat aku mencoba untuk mengenyahkan pikiran supaya teralihkan dari hal-hal yang mengingatkanku kepada kepergian Nelly besok. Justru saat ini Nathan sedang memandangiku secara terang-terangan. Kami duduk berhadapan namun sedikitpun tidak berbincang. Karena seluruh penghuni perpustakaan bisa saja menganggap sebagai pengganggu. Tanganku masih terus saja membalikkan halaman buku tanpa ada niatan untuk membaca. Sialnya aku justru terganggu dengan kehadiran dari Nathan yang tiba-tiba seharian ini mengikutiku. Tentu saja terkecuali di kamar mandi. Pandangan kami tiba-tiba bertubrukan saat tanpa sadar aku menyentuh jemarinya yang sibuk memegang buku tanpa ada niatan untuk membukanya. Mataku pun kualihkan ke arah lain. Sedangkan, Nathan masih mengamatiku dengan berpangku tangan. Seulas senyum d

