"Ade mau ke mana? Di luar hujan, Nak!'' Lisna menyusul anknya yang pergi ke depan rumah. "Ade ... ayo masuk!" "Nanti, Ibu. Ade mau lihat hujan," sahut Aga. Duduk di kursi sambil menatap rintik hujan yang jatuh di atas bumi. Lisna tidak lagi berkomentar, ia membiarkan anaknya seorang diri di depan rumah. Sudah menjadi kebiasaan Aga dan juga Damar, jika hujan turun mereka akan memandanginya hingga bosan. Tak jarang juga mereka main hujan-hujanan. "Udah, yuk, Sayang. Ade udah lama loh di sini. Dingin, Sayang," bujuk Lisna lagi setelah cukup lama anaknya berada di teras rumah. "Nanti, Ibu. Ade masih mau liat hujan," tolak Aga yang masih asik mengenang masa-masa saat ia masih bersama sang kakak. "Ibu, nanti kalau Kakak pulang, Ade mau main hujan sama Kakak. Boleh 'kan, Bu?" Lisna menganggu

