107- Amukan Iswara

1004 Words

"Ibu hamil itu gak boleh banyak melamun," komentar Zayn sambil duduk di samping sang istri yang sedang berada di balkon kamar. "Aku gak ngelamun, Mas.'' kilah Lisna "Apa kamu menyesali keputusan kamu soal Damar?" Lisna menggeleng. "Aku gak nyesel, Mas. Ini udah jalan terbaik. Meskipun ketemu diam-diam, tapi bisa aja suatu hari nanti ketahuan. Apalagi sama kakeknya anak-anak. Aku takut kakek berbuat kejam sama Damar kalau sampai tahu. Lagi pula aku gak ingin ada masalah dengan istri barunya. Biarlah seperti ini, aku dan dia gak saling kenal,'' jawab Lisna, panjang lebar. Dulu saja mantan ayah mertua berani menekan padahal Damar masih kecil. Apa lagi sudah besar, bisa saja melakukan yang lebih jauh. Untuk kebaikan Damar juga semuanya ia lakukan. "Ya sudah. Ayo masuk, Sayang. Jangan kela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD