"Kenapa malah bawa aku ke hotel sih, Mas?" protes Rara selagi memasuki kamar yang akan dipakai untuk bermalam tanpa melakukan hal aneh-aneh. Rara tidak banyak berharap karena Kafi mau menatapnya saja sudah keajaiban, sekalipun di teras ada tanda-tanda kalau Kafi sudah tertarik lagi dengannya sampai mengecup sekilas sudut bibirnya. Kafi terkekeh melihat ekspresi menggemaskan sang istri. "Kamu ini seperti orang yang dibawa ke kamar sama Om-om lho, Ra. Apa lupa kalau aku suamimu." Rara mengernyit bingung. Dia merasa suaminya berubah drastis dalam sekejap. Ada secuil harapan yang berusaha tepis perempuan itu. "Lagian kamu bilang biar orang rumah nggak curiga kalau tiba-tiba aku datang tengah malam," tambah Kafi. Tadinya Rara meminta suaminya masuk dan akan memutar otak kalau mamanya kage

