Wanita cantik yang duduk di hadapan Kania dan Haidar memberikan senyuman lembut usai memeriksa Kania. Sementara Kania menggigit bibir bawahnya menunggu penjelasan dokter dengan was-was, dia berharap tidak ada kehidupan baru di dalam perutnya selagi masalah rumah tangganya belum menemukan titik terang. "Dok, apa Kania beneran hamil?" tanya Haidar dengan tidak sabar dan si dokter menyodorkan foto hitam putih dengan gambar tidak jelas. Haidar meraih foto USG yang diberikan wanita paruh baya yang mengenakan pakaian putih. "Ini maksudnya gimana, Dok." Wanita yang memiliki mata indah itu tersenyum lembut. "Selamat Pak Haidar, istri Anda sudah mengandung dua Minggu." "Hah? Beneran hamil, Dok." Kania syok mendengar penjelasan dokter kalau dirinya positif hamil. Kania tidak merasakan mual-mual

