20

1222 Words

Seketika aku bangun dari tempat tidur. Tadinya malas-malasan, kini terpaksa harus bangun mencari mas Lutfan. Baru hari ini dia seperti ini. Tak pernah kita tidur terpisah meski hanya semalam. Aku segera pergi keluar kamar. Aku pun belum sempat mandi demi mencari keberadaan mas Lutfan. “Mas … kamu kenapa sih? Kenapa pagi-pagi sudah nggak ada di kamar. Biasanya aku yang selalu membangunkanmu. Kamu tuh susah bangun sendiri, tapi kenapa sekarang kamu nggak ada di kamar?” Aku hanya bergumam sendiri. Sekhawatir ini saat mengetahui tak ada mas Lutfan di sampingku. Kaki ini kubawa pergi ke dapur. Namun di sana masih gelap belum ada siapa-siapa. “Tumben ibu belum di dapur.” Aku kembali bergumam dan tak memikirkannya begitu dalam. Aku masih fokus untuk mencari keberadaan mas Lutfan. ‘Mas Lutf

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD