Bab 62. Benci Ayah

1622 Words

Anan masih menatap pandangan itu dengan mata yang berkaca-kaca. Lelaki itu tampak canggung di hadapan Habib dan Nara yang sudah bertahun-tahun lamanya berpisah. Untuk pertama kalinya dulu dia berpamitan pada Ayi merantau ke Jakarta. Kota yang padat dengan penduduknya dan segala kemewahan. Lelaki itu berjanji akan kembali menjemput setelah sukses dan berhasil mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Namun, nyatanya tidak demikian. Anan datang ketika sudah berhasil dan melupakan janji yang sudah dibuat dengan anak dan istri yang ditinggalkan. Ketika pulang hanya memberi talak pada Ayi wanita yang sudah lama menunggunya pulang. "Nak, ini sudah lama berlalu dan Ayah sudah menghabiskan waktu di dalam bui. Kenapa kamu masih belum memaafkanmu," lirihnya. Masih terdengar dia menghela nafas berat dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD