Bab 59. Lamaran Kedua

1545 Words

Bulan purnama penuh bersinar dengan indah di malam hari. Suara binatang malam menghiasi susana malam yang mencekam. Alunan musik sholawat menjadikan suasana menjadi syahdu. Kami berkumpul di taman bersama Habib. Taman ini dibangun dengan gaya arsitek yang klasik. Dulu taman ini adalah kebun singkong yang aku tanami untuk pengganti nasi kalau aku kehabisan beras. Ingat masa lalu ingat masa susah sewaktu ditinggal Mas Anan merantau. Kini taman ini berdiri dengan indah memakai hiasan kolam kecil yang di dalamnya ada ikan hias. Masa suram itu telah berlalu sepuluh tahun. "Bunda," panggil Nara. Ia datang dengan membawa cemilan keripik yang tadi siang dibeli dari supermarket "Nara?" "Hayo, Bunda lagi melamun ya?" Godanya canggung. Sudah kebiasaan Nara iseng selalu mengganggu disaat aku se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD