"Ustaz Rahman?!" Seruku terperanga. Sepuluh tahun tidak bersua baru kali ini kami dipertemukan kembali. Ustaz Rahman tersenyum mengucap salam dengan ramah seperti kebiasaanya saat bertemu. "Assalamualaikum," ucapnya. "Waalaikumsalam." "Silahkan duduk!" Ustaz Rahman meminta kami duduk. Selama tidak bertemu tidak banyak berubah dari dirinya. Hanya saja dia agak kurusan seperti tidak ada yang merawat. Lelaki itu duduk dengan menyandarkan bahu di kursi kerjanya. Kumisnya tidak dicukur rapi, jambangnya agak sedikit panjang. Rambutnya juga gondrong dan berantakkan. Bukankah disampingnya ada Nur Azizah? Lalu kemanakah gerangan Nur Azizah sekarang? Apa kabar dirinya yang lama tak bertemu. "Terimakasih, Ustaz," sahut Habib. Habib menyerahkan berkas kelulusannya pada Ustaz Rahman. Dari Dub

