“Tuan Jenkins!” Yang dipanggil pun menoleh ketika Bu Lucy, Sang Kepala Sekolah, hendak masuk ke mobilnya. Suasana sudah mulai sepi setelah hampir semua guru dan staf telah meninggalkan sekolah. “Ya, Bu? Ada apa?” tanyanya begitu mendekat. “Aku ingin tahu sesuatu. Apakah kau yang meminta Trevor untuk mengusulkan tentang jatah makan siang?” Wajah Jenkins langsung berubah. “Ti-tidak! Saya tidak memintanya mengusulkan sesuatu untuk kepentingan saya sendiri. Tre melakukan itu atas dasar pemikirannya sendiri. Bila Anda tidak berkenan, tolong batalkan saja.” “Tidak perlu sekeras itu, Tuan Jenkins. Aku hanya bertanya. Sebenarnya, aku heran, mengapa kau sangat peduli padanya? Dia hanya membantumu beberapa hari dan kau langsung menganggapnya seperti anak sendiri. Padahal aku tahu betul sifatmu.

