Jangan jadi anak durhaka

262 Words
Di salah satu pohon yang rindang, terdapat rumah induk burung. Induk burung itu tinggal bersama tiga anaknya. Setiap hari anak-anaknya pergi bermain. Mereka tak pernah membantu pekerjaan induk burung. "Kalian, ayo bantu ibu mencari makan. Makanan itu kan nantinya untuk kalian juga," ucap Induk Burung. "Itu kan tugas Ibu. Kami tak mau pergi mencari makan, Bu. Kami sedang asyik bermain," jawab salah satu anaknya. Induk burung merasa sedih melihat sikap anaknya. Lantas ia pun pergi dengan menghela napas. Ia terbang ke sebuah ladang jagung untuk mencari makan. Lalu makanan itu ia bawa pulang untuk ketiga anaknya. Setelah capai bermain, ketiga anaknya makan dengan lahap, menikmati jagung yang dibawa ibunya. Setiap hari selalu seperti itu. Ketiga anak burung tak pernah mau membantu ibunya. Hingga suatu hari, induk burung sakit. Ia tak dapat mencari makanan lagi. Ia bingung, bagaimana ia akan makan nanti. "Nak, kalian carilah makanan sendiri. Ibu tak bisa mencarikan makanan untuk kalian," ucap Induk Burung dengan suara lemah. Ketiga anaknya mengangguk-angguk. Namun, mereka tak peduli dengan kondisi sang ibu. Mereka malah mencari makanan hanya untuk diri mereka sendiri. Dengan tubuh yang lemah, Induk Burung pergi mencari makan untuk dirinya. Ia sempat beberapa kali hampir terjatuh. Sesampainya di rumah, Induk Burung merasa sangat kehausan. Sungai memang cukup dekat dari rumahnya. Tetapi, tubuhnya sangat Iemah. Untuk terbang ia sudah tak sanggup. Induk burung lalu memanggil anaknya yang sedang bermain. "Nak, tolong ambilkan air di sungai. Ibu haus sekali. Ibu sudah tak sanggup lagi pergi ke sungai." keluh Induk Burung. "Ibu ambil saja sendiri. Jangan ganggu kami! Kami sedang asyik bermain," jawab anak burung.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD