Mitha merasakan jantungnya berdebar kencang. Ia tidak tahu sosok perempuan itu seperti apa. Rasa cemburu itu ada di hatinya dan membuatnya penasaran. Ia melihat ke arah Danu yang sedang duduk di sebelahnya. Matanya terpejam, seperti sedang berpikir. “Apa yang kamu lihat?” Danu bicara pelan dan mengelus tangannya. “Aku melihatmu. Sedikit khawatir. Kamu tidak akan marah bukan?” Mitha berbisik di telinganya. Danu tiba-tiba tersenyum, “Entahlah. Tergantung.” Pintu ruangan terbuka. Mitha melihatnya, perempuan berambut pendek dengan tubuh ramping dan tinggi. Wajahnya berseri-seri dengan senyum menghiasinya. Dimatanya, perempuan itu cantik dan menarik. Olin melangkah masuk ke dalam ruangan itu.. Mitha melihatnya, kalau ia tersenyum lebar dengan matanya langsung menatap Danu,

