“Ah cucuku, Danu, kamu semakin dewasa. Kakek bangga,” Kakeknya tersenyum dan mulai menempati kursi makan itu. Mereka pun makan siang bersama. Setelah selesai, Dara langsung berlari ke arah lemari es dan menikmati es krim yang ia mau. Danu dan kakeknya hanya tersenyum. “Danu, kakek mau bicara. Hari ini, kakek tidak akan menceritakan kisah lukisan kakek padamu. Semua kisah lukisan ini telah kakek ceritakan padamu. Tidak terasa 232 lukisan dan kamu telah mengetahui kisah dari setiap lukisan itu,” Kakeknya tersenyum menatap Danu. “Dan, hari ini menjadi hari terakhir kamu di jenjang sekolah menengah atas. Kakek sungguh sangat bangga padamu.” “Terima kasih kakek..” Danu terharu menatap wajah kakeknya. “Kakek perlu menyampaikan satu hal padamu. Pengacara sudah membuat surat warisan

