“Selang sekitar sebulan dari kejadian itu, hal menyedihkan soal sakitnya ayah terjadi. Dan itu membuatku kembali ke Indonesia, tidak hanya sesaat. Tapi, I’m back for good. Lalu, Mitha, kemudian aku ketemu kamu.. Aku semakin tidak ingin kembali ke London. Dimana kamu berada, itulah rumahku sekarang,” Danu menatap Mitha lembut, “Setelah itu, kamu tahu cerita hidupku.. Sampai sekarang..” Danu memegang tangan Mitha dan duduk menghadap kekasihnya, “Ah sudahlah, jangan membayangkan yang sudah terjadi. Masa lalu biarlah menjadi masa lalu bukan? Yang terpenting saat ini. Aku dan kamu akan selalu bersama-sama.. Selamanya..” “Kamu perempuan terakhir dalam hidupku, jadi tidak perlu cemburu pada apapun, siapapun. Aku menyerahkan diriku dan segalanya yang aku punya untukmu. Ok?” Danu mengecu

