Tama agak kaget karena mereka sudah lama tidak saling menghubungi. Mengingat hubungan mereka sebatas projek kerjasama yang berjalan di tahun lalu. Meski setelah projek itu mereka berteman. Tama mengangkat telepon itu. Kamila, “Halo.. Hai Tama.. Masih menyimpan nomorku?” Tama, “Tentu saja..” Kamila, “Apa kabarmu?” Tama, “Baik.. Kamu?” Kamila, “Baik.. Maafkan aku tiba-tiba menelepon. Aku ini sedang di kantor pusat Grup AB, dan teringat kamu. Aku ada janji dengan Agnia sore ini dan menjemputnya tapi ternyata dia masih di ruang meeting. Siapa tahu kamu ada waktu kosong, aku menunggumu di coffee shop bawah, apa ok?” Tama, “Oh, baiklah..” Ia bergerak turun ke coffee shop bawah. Tama melihat, ada beberapa orang meminta foto bersama dan tandatangan pada Kamila. Ia menghampirinya..

