Carl tidak terlalu menanggapi serius wanita di sampingnya. “Selamat malam mah, mama apa kabar?” tanyanya “Mama baik, akan lebih baik jika kamu ada di sini” jawab wanita itu, meski dia selalu menampilkan wajah manis tapi hatiku merasa ada sedikit keanehan. “Maaf, aku tidak bisa memenuhi hal tersebut” “Tidak masalah, kau sudah dewasa dan berhak menentukan pilihanmu sendiri. Selagi itu baik, mama akan tetap mendukung” “Terima kasih” Carl tersenyum simpul. “Ehm...” seorang pria tua dengan tongkat kayu di tangannya berjalan perlahan. Semua orang sedikit membungkuk, kecuali aku yang terlihat sedikit bingung. “Selamat malam kakek” “Hem...” pria tua hanya menanggapi dengan anggukan, “Duduk semua” Mereka duduk sesuai perintah, meski kesulitan aku juga mengikuti. “Mengapa?” tanya p

