Di atas meja sudah terhidang banyak makanan, jika dipandang mata tampilannya sungguh menggiurkan. Jika dicium aromanya air liur siapa pun akan menetes karena tak sabar ingin memasukan makanan-makanan itu ke dalam mulut. Namun, rupanya tidak demikian dengan Ivy. Meskipun makanan sebanyak dan semewah itu terpampang nyata di hadapannya, Ivy tak menyentuhnya sedikit pun. Dia hanya melamun sambil memain-mainkan makanan di piringnya dengan mengaduk-aduk menggunakan sendok. Ketiga dayang yang melihat Ivy, saling berpandangan. Mereka terlihat kebingungan karena tak tahu bagaimana cara membujuk Ivy agar mau memakan makanannya. Yang lebih penting mereka tidak tahu bagaimana cara menghibur Ivy karena gadis itu terus terlihat murung sejak mendatangi istana. Tahu mereka tak mungkin membiarkan Ivy

