Ivy masih menatap bingung pada sosok wanita cantik dan anggun yang ada di hadapannya karena dia benar-benar baru melihatnya sekarang. Ivy berdeham dan bertanya, "Anda ini siapa, ya?" Gadis cantik itu mengulum senyum. "Namaku Mariana. Kau bisa memanggilku Merry. Ngomong-ngomong aku adiknya putra mahkota yang kelak akan menjadi adik iparmu jika kau menikah dengan kakakku. Ah, sebelumnya tidak masalah kan kalau kita bicara dengan normal begini? Kak Clyde bilang kau tidak suka kalau bicara terlalu formal. Apa itu benar?" Ternyata gadis di hadapannya itu adalah adik Clyde, yang mana artinya merupakan seorang putri raja juga, tentu sesuai adat dan tatakrama istana seharusnya gadis itu dipanggil Putri Merry. Namun, karena Putri Merry sudah berkata demikian…. "Ah, ya, kau benar. Aku lebih suk

