4.Pengakuan

1764 Words
Andai saja wanita hamil ini tau kalau suaminya itu masih bersetubuh dengan wanita lain, apakah dia tetap menerima Yoongi sebagai suaminya? Karena semakin kedinginan, Taqiya keluar kamar untuk menghangatkan diri. Wanita hamil ini pergi ke dapur, membuat secangkir kopi untuk dirinya sendiri. Qiya mengaduk kopinya seraya melamun, memikirkan perjalanan hidupnya yang bisa di bilang rumit. Wanita hamil ini sedih, jika memang Yoongi masih menjalin hubungan dengan kekasihnya, lalu bagaimana dengannya? Apa dia hanya sekedar figuran di kehidupan pria tampan itu? Taqiya terluka, padahal dia masih belum tau apa yang di lakukan Yoongi di belakangnya. Bagaimana jika Taqiya tau, apa wanita hamil ini akan tetap sabar? "Kamu ngapain?" Lamunan Taqiya buyar, tiba-tiba Yoongi sudah berada di sampingnya. "A-aku minum kopi kak," gugupnya. Yoongi menatap kopi milik Qiya, mengambil gelas berisi kopi itu lalu membuangnya di wastafel. Taqiya terkejut, kenapa Yoongi tega melakukan itu padanya? "Kamu jangan minum kopi. Kandungan mu masih rawan," Yoongi berucap seraya meneguk segelas air putih. "Tidur, jangan bergadang." Sambungnya, setelah itu kembali ke kamar. Hati Qiya terasa damai, apa Yoongi sedang memperhatikan kesehatannya? Apa wanita hamil ini tidak salah dengar? Sudut bibir Qiya terangkat, wanita hamil ini tersenyum. Dia masih tidak menyangka dengan perlakuan lembut Yoongi, ya walaupun hanya sekedar mengingatkan saja. "Lebih baik aku minum air putih," Taqiya meneguk segelas air. Wanita hamil ini berjalan ke arah kamar, namun ketika ingin membuka pintu, dia tidak sengaja mendengar percakapan Yoongi ketika sedang mengubungi seseorang. "Iya sayang. Maaf aku pulang dadakan, aku ada keperluan tadi. Iya, sekarang sudah selesai. Hmmm, selamat tidur cinta ku." Taqiya mengurungkan niatnya untuk kembali ke kamar, hatinya sakit. Dengan bodohnya dia beranggapan jika Yoongi sudah mau menerimanya, ternyata itu semua hanya sekedar perhatian biasa. Wanita hamil ini berjalan ke arah ruang tamu, duduk dengan tenang di sofa seraya memikirkan percakapan Yoongi tadi. Ternyata beberapa hari ini Yoongi tinggal di rumah kekasihnya, pantas saja suaminya itu tidak pulang. Yoongi pulang hanya karena kedua orangtuanya ingin berkunjung, andai saja Siwon dan Minzy tidak berkunjung, mungkin Yoongi belum pulang sampai sekarang. "Dasar bodoh," Taqiya terkekeh. Bisa-bisanya dia salah paham, sudah pasti Yoongi tidak mencintainya dan tidak akan pernah mau untuk jatuh cinta. ••• Keesokan harinya. Taqiya terbangun, dia terkejut karena baru sadar kalau tidur dengan posisi duduk di sofa. Tubuh Qiya pegal, wanita hamil ini sedikit merintih ketika sedang bergerak. "Kamu kenapa?" Yoongi khawatir ketika melihat ekspresi Taqiya, dengan hati-hati dia membantu Qiya untuk berbaring di sofa. "Kamu tidur disini?" Tanyanya penasaran, karena sejak matanya terbuka, dia samasekali tidak melihat keberadaan wanita hamil itu di kamarnya. Taqiya mengangguk, ada rasa damai ketika Yoongi memperlakukannya dengan lembut. Wanita hamil ini sampai ingin menangis, jujur dia sangat ingin diperlakukan lembut seperti ini oleh Yoongi. "Kenapa tidur disini?" Yoongi menunggu jawaban dari Qiya, namun tiba-tiba pria tampan itu berekspresi terkejut, seolah telah melakukan hal yang salah. Yoongi menjauhkan tubuhnya, dia berdiri, menatap kearah lain seolah tidak mau perduli dengan keadaan sang istri. "A-aku berangkat," ucapannya setelah itu pergi. Taqiya masih menatap kepergian Yoongi. Bingung, itulah yang wanita hamil ini rasakan. Sikap Yoongi selalu saja berubah-ubah, membuatnya bingung, yang mana sifat asli Yoongi yang sebenarnya? ••• Ketika di kantor, Yoongi sering melamun. Semalam dia tidak sengaja melihat Taqiya yang terbangun seraya mengelus tubuhnya sendiri, dia yakin kalau wanita hamil itu kedinginan. Ketika Taqiya keluar kamar, Yoongi meletakkan selimut dan bantal di sofa tempat Taqiya tidur, namun wanita itu tidak kembali ke kamar sampai dia lelah menunggu. Walaupun sikapnya dingin dan kasar, tapi Yoongi bukanlah tipe orang jahat. Pria ini sangat baik pada siapapun, namun tidak bisa menunjukkan ekspresinya. "Yoongi?" Sebuah tangan memegang bahu Yoongi, membuat lamunan pria itu buyar seketika. "Jihyo?" Yoongi terkejut, lalu di tatapnya sang ke kekasih yang terlihat kebingungan. "Kapan masuknya?" "Tadi. Kamu mikirin apa sih? Kok aku panggil dari tadi gak dengar?" Jihyo khawatir, takut jika ada suatu hal yang Yoongi tutupi darinya. "Hanya masalah biasa. Kenapa kamu kesini sayang?" "Aku bosan Yoongi," Jihyo merengek lalu duduk di pangkuan Yoongi. "Capek kerja," keluhnya. Yoongi tersenyum, seraya membelai kepala sang kekasih dengan penuh kasih sayang. "Kan aku sudah bilang, biar aku saja yang kerja." Jihyo menggeleng, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Yoongi. "Kita belum menikah, jadi aku tidak ingin menyusahkan mu." Sifat inilah yang sangat di sukai oleh Yoongi. Jihyo adalah wanita yang baik dan pekerja keras, mereka menjalin hubungan baru setahun lebih, tapi kehadiran Jihyo mampu menutupi rasa kesepian yang Yoongi rasakan selama ini. "Malam ini tidur di apartemen ku lagi yah? Aku tidak ingin berjauhan dengan mu," rengek Jihyo. Yoongi mengangguk antusias, dia sangat suka jika Jihyo bersikap manja seperti ini. Yoongi merasa seperti laki-laki paling beruntung di dunia, karena berhasil mendapatkan cinta dari seorang Jihyo. ••• Taqiya masuk kedalam kamar Yoongi, berniat untuk membersihkan kamar suaminya ini. Kedua mertuanya telah pulang, jadi dia ingin menghabiskan waktu dengan bergerak, mengerjakan apapun yang dia bisa. "Selimut?" Taqiya bingung ketika melihat sebuah bantal dan selimut berada di sofa yang sempat dia tiduri semalam. Namun dia berpikir jika Yoongi meletakkannya tadi pagi, wanita hamil ini tidak ingin lagi beranggapan kalau Yoongi sudah perhatian padanya. Di kembalikan nya pakaian Yoongi yang tergeletak di atas kasur ke dalam walk in closet. Taqiya sempat tercengang melihat deretan baju kemeja milik Yoongi, warnanya hampir semua sama. Taqiya memperhatikan sekelilingnya, hingga fokusnya terhenti pada sebuah pakaian wanita yang tergantung dengan rapi. Wanita hamil ini memperhatikan baju mewah itu, ternyata Yoongi benar-benar mencintai kekasihnya, sampai-sampai rela berbagi tempat untuk pakaian. Taqiya menatap dirinya dari pantulan cermin, dilihatnya tubuh kecil miliknya. Kalau di lihat-lihat, memang tidak cocok jika bersanding dengan Yoongi. "Dasar," kekehnya. Wanita hamil ini berusaha tersenyum, namun senyumannya tidak akan pernah bisa menghapus rasa sakit ketika mengingat statusnya yang tak di anggap. Jika boleh, dia ingin pergi dari sini. Hidup sendiri dan membesarkan anaknya seorang diri. "Capek," Taqiya duduk melantai, hatinya hancur lebur. Di tinggal oleh Jungkook, setelah itu tidak di anggap siapapun oleh Yoongi. Terkadang wanita hamil ini tertawa sendiri, menertawai nasib buruk yang selalu menimpanya. Mengapa dia harus mengalami hal buruk seperti ini? ••• Hari demi hari telah berganti, kini usia kandungan Taqiya sudah berjalan lima bulan. Wanita hamil ini sangat senang melihat perkembangan perut nya, terlihat sedikit membesar. Taqiya berada di taman samping rumah, tempatnya sering bermain ketika sedang merasa kesepian. Taqiya memperhatikan dirinya di pintu kaca rumah, dia terkekeh sendiri ketika sedang membelai perutnya. "Gak terasa anak mama udah gede di dalam sana," kekehnya. Taqiya terus berpose, tidak menyadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya dari dalam rumah. Yoongi, pria tampan itulah yang sedang memperhatikan Qiya. Ada sesuatu yang mengganjal di benak Yoongi, dia merasa sangat damai melihat Taqiya ketika sedang di rumah. Akhir-akhir ini dia jadi tidak tenang ketika menginap di rumah Jihyo, takut jika terjadi sesuatu pada Taqiya. Sebab, perempuan hamil itu pernah pendarahan karena terpeleset di dapur. Yoongi tidak ingin hal yang sama terulang, karena takut kedua orangtuanya tau jika dia tidak pernah berada di rumah. Sejenak Yoongi berfikir, perasaan apa ini sebenarnya? Hatinya damai ketika bersama Taqiya, wanita hamil itu selalu memperhatikan bahkan mengurusnya dengan baik. Tapi dia juga tidak mau kehilangan Jihyo, karena Jihyo adalah cahaya bagi Yoongi. Jika boleh egois, bisakah dia menikahi dua wanita sekaligus? Yoongi membuka pintu kaca, membuat sang istri terkejut karena malu. "K-kakak sudah pulang?" "Hmmm," Yoongi berdehem, fikirannya berkecamuk. "Ada makanan?" Tanyanya, sekedar basa-basi. Taqiya tersenyum seraya mengangguk, berjalan duluan kearah dapur, diikuti oleh sang suami. "Aku sudah masak. Tumben kakak pulang hari ini? Biasanya seminggu sekali," Taqiya pura-pura bertanya, padahal dia sudah tau kalau selama ini Yoongi tinggal bersama dengan kekasihnya. Sakit? Sudah pasti, tapi apa yang bisa di perbuat oleh Taqiya? Dia hanya wanita lemah, bahkan untuk pergi pun dia tidak sanggup. Taqiya berusaha untuk tidak mempermasalahkan hal itu, lagipula Yoongi belum pernah menyentuhnya. Jadi biarkan saja Yoongi tidur dengan kekasihnya sendiri. Yoongi tidak menjawab pertanyaan Taqiya, pria itu hanya menikmati waktu makannya. Andai saja Yoongi tau, bahwa setiap hari Taqiya selalu menangis karena ulahnya. Apa dia akan berhenti menyakiti wanita hamil itu? Sepertinya Yoongi sudah tau, tapi berpura-pura tidak tau. Seolah sengaja menyakiti hati kecil wanita baik yang sudah menyandang status sebagai istrinya. Setelah selesai makan, Yoongi masuk kekamar. Menghubungi sang kekasih, untuk meminta izin tidak menginap di sana. Entah ada angin apa, Yoongi ingin berada di rumah, menemani wanita hamil yang sudah menjadi istrinya. "Gak masalah kan kalau aku pulang?" Tanyanya ketika panggilan mereka sedang berlangsung. Terdengar helaan nafas panjang Jihyo, wanita ini seolah tidak sanggup berpisah dengan Yoongi walaupun hanya semenit saja. "Baiklah, tapi jangan terlalu lama. Kamu tau kan sayang, aku tidak semangat jika berjauhan dengan mu." "Iya. Maaf yah," mereka terus mengobrol di telepon. Yoongi tidak menyadari kehadiran Taqiya yang menguping pembicaraan telepon mereka, menyakitkan. ••• Malam menjelang. Yoongi menelpon sangat lama, bahkan tidak sadar jika malam sudah semakin larut. Pria tampan ini bergegas mandi, membersihkan dirinya yang merasa sudah bau. Yoongi heran karena tidak melihat Taqiya, dia mencari wanita hamil itu di kamar tamu, namun tidak ada. Yoongi terus mencari, hingga merasa sedikit tenang ketika melihat Taqiya yang sedang duduk di bangku taman rumah. Taqiya menatap langit malam, bintang sangat banyak malam ini. Yoongi duduk di sebelah Taqiya, membuat wanita hamil itu sedikit terkejut. "Kakak belum tidur?" "Belum. Kamu kenapa gak tidur?" Taqiya tersenyum lalu kembali menatap langit malam. "Aku sudah terbiasa melihat langit malam sebelum tidur," jelasnya. Yoongi memperhatikan wajah Taqiya dari arah samping, wanita hamil ini sangat cantik jika di lihat dari dekat. Terlihat mungil, mungkin karena umurnya jauh lebih muda dari Jihyo. Hati Yoongi seolah tersentil, seketika dia merasa bersalah pada Taqiya. Dia terlalu banyak berbuat dosa di belakang istrinya itu, berselingkuh dengan kekasihnya sendiri. Yoongi merasa dirinya egois, tapi dia juga tidak bisa memungkiri rasa kesalnya karena di nikahkan dengan Taqiya yang statusnya adalah adik ipar. "Taqiya," Yoongi memanggil nama istrinya. Taqiya yang mendengar terkejut, matanya berembun karena ingin menangis. Untuk pertama kalinya, Yoongi mau menyebut namanya. "Maaf," Yoongi meminta maaf, hatinya juga sakit ketika memikirkan jika berada di posisi Taqiya saat ini. "Kenapa kakak minta maaf?" Seakan tidak tau apa-apa, Taqiya hanya berekspresi kebingungan. "Maaf, karena aku tidak bisa mencintai mu." Taqiya mengulum senyum, berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. "Selama ini aku menyakiti mu. Sebenarnya aku tinggal dengan kekasihku, bahkan aku selalu tidur dengannya." Yoongi menjelaskan dengan perasaan yang sangat bersalah, dia tidak ingin lagi menyembunyikan kebejatannya. Runtuh sudah pertahanan Taqiya, air matanya jatuh berlinang. Sakit, ini sangat sakit. Padahal dia sudah tau dengan semua kebejatan Yoongi, tapi rasa sakit itu malah semakin dalam ketika Yoongi sendiri yang mengakui kesalahannya. "Maafkan aku. Aku tidak bisa membahagiakan mu, karena aku tidak bisa meninggalkan Jihyo, kekasihku." • • Bersambung. ___________
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD