"Sudah malam Ray, kamu lebih baik pulang ke rumah kasihan Reno menunggu di sana." Sang Ibu menyentuh pundak Raya, menyentak gadis itu dari lamunan tentang sang suami. Raya sedari tadi memikirkan di mana keberadaan Reno, kenapa hingga malam semakin larut pria itu tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Bahkan nomor ponsel pria itu tidak bisa dihubungi sama sekali. Akhirnya setia setelah sekian lama Raya bisa merasakan kegelisahan seorang istri menunggu kepulangan suami yang tak kunjung pulang tanpa ada kabar sama sekali. "Pulang ke mana, Bu? Ke rumah kita atau ke rumah Pak Reno? Kalau ke rumah kita aku tidak yakin dia ada di sana karena tadi dia mengatakan akan menjemputku disini sebelum pulang. Nyatanya hingga detik ini dia belum datang menjemputku. Kalau pulang ke rumahnya aku tidak

