"Belum ada kabar juga?" Sang ibu menatap Raya yang sedang berkemas menuju ke kantor. Putrinya itu sudah rapi. Siap untuk menunaikan tugasnya di kantor sana. Wanita paruh baya itu merasa putrinya tengah memikirkan sesuatu. Biasanya Raya merupakan wujud gadis yang sangat periang dan bersemangat. Namun kali ini berbeda. Mendung cuaca di luar lebih mendung lagi air wajah yang diperlihatkan Raya. Raya menggelengkan kepalanya. "Mungkin di kantor aku akan mengetahui bagaimana kabar Pak Rino. Ibu doakan saja semoga semuanya baik dan ini hanyalah prasangka buruk kita saja. Lagi pula kalau seandainya dia marah padaku tentunya biaya rumah sakit adik akan mengalami kendala. Namun buktinya tidak, semua berjalan seperti biasa dan sudah dibayar lunas sehingga adik bisa pulang ke rumah." "Benar, tapi

