Sekilas Victoria menatap Kalla dengan tajam, sebuah tatapan yang menuduh. Dia berlari keluar dari apartemen Bena, bahkan saat sepatunya belum terpasang sempurna pun dia terus berlari sebisa mungkin. Jantungnya berdetak kencang, bahkan ketika di dalam lift pun dia hanya diam, mengatur napasnya yang kacau. Pikirannya mendadak kosong, hanya satu yang terpikirkan, kenapa Alex di sini? Victoria menuruni lift dengan napas terburu-buru. Sial. Dia bahkan tidak sempat merapikan rambutnya yang berantakan setelah merebah di sofa, dan kemeja kerjanya sedikit kusut. Padahal dia hanya berniat mampir sebentar ke apartemen Verbena untuk bersantai. Begitu pintu gedung apartemen terbuka, udara malam langsung menyergapnya. Namun langkahnya terhenti total begitu matanya menangkap sosok yang benar-benar tid

