102. The End

1218 Words

Keheningan yang sempat menggantung itu akhirnya pecah oleh suara tepuk tangan pelan tapi jelas. Semua kepala menoleh ke satu arah. Brian Valendra berdiri dari kursinya, kedua tangannya masih bertepuk dengan ekspresi yang sulit ditebak, antara kagum dan geli. “Menarik,” ucapnya ringan. Dia melangkah maju, santai, seolah tidak ada ketegangan apa pun sebelumnya. Tatapannya langsung tertuju pada Victoria. “Jujur saja,” lanjut Brian sambil tersenyum tipis, “aku tidak menyangka.” Victoria menegang sedikit. Brian berhenti tepat di depannya. “Dari sekian banyak kemungkinan,” katanya, “aku tidak pernah memasukkan namamu dalam daftar calon adik iparku.” Beberapa orang tersenyum tipis, suasana perlahan mencair. Victoria mencoba membalas dengan senyum kecil, meski masih canggung. Brian meng

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD