Victoria masih sibuk dengan kerjaannya sampai tidak sadar kalau waktu berlalu dengan cepat. Dia bahkan tidak tahu kalau senja hendak pamit di peraduannya. Dia baru menyadari ketika Fina, Diana, dan Lani datang ke ruangannya. “Dari tadi kami liat kamu terlalu keras, Kak Vic,” kata Diana. Victoria yang masih mengenakan kacamata bacanya itu hanya tersenyum kecil. “Aku hanya ingin cepet selesai proyeknya,” jawabnya. “Hei, ayolah. Kami juga tahu proyek ini penting untukmu. Tapi nggak gini juga, Kak Vic. Jangan sampai lupa makan siang,” kata Lani. Saat itulah Victoria sadar kalau dia belum makan siang. Ketiga bawahannya itu mendesah. Kebiasaan lama Victoria kembali dan itu menyebalkan sekali. Diana meletakkan sebuah kotak kecil ke meja Victoria. “Ini tadi kita bawain roti. Untung b

