Jujur saja, aku tak menyangka jika tiba-tiba saja terjadi sebuah ledakan yang membuat keadaan sekeliling menjadi berantakan. Tanaman liar, rerumputan, dan segala yang ada di sekitar sana rusak tertelan asap ledakan. Pohon-pohon berukuran besar tampak tak terpengaruh oleh ledakan tersebut. Seseorang yang kemunculannya sudah kuharapkan sejak awal, seseorang yang sudah ingin kuhajar dari tadi, pada akhirnya muncul juga. Meski keadaan saat ini aku tak memerlukan bantuan dari siapa pun, karena aku merasa jika para peri ini tak akan melukaiku. Hanya firasat dari perlakuan mereka saja, meski agak ragu juga. “Merindukanku, Nona?” tanyanya. Ya, dia adalah Chadrish, saat ini dia memangku badanku dan melontarkan pertanyaan itu dengan senyum sok kerennya. Sejenak aku terkejut, tapi segera sadar saat

