Di ruang makan, suasana sangat tenang. Hanya terdengar suara sendok dan garpu yang saling beradu dengan piring. Sesekali, Rani melirik wajah Rey yang sedikit lebam akibat tragedi semalam. Rani menghembuskan nafas lelah. Sejak bangun tidur, Rey belum mengatakan sepatah katapun atau sekedar menyapanya. Sejak kematian Indira, sikap Rey terhadap Rani sedikit berubah. Meski hanya sekedar menyapa atau bertanya hal sepele, tapi semua perubahan itu membuat Rani sangat bahagia. Bodoh. Mungkin, kata itulah yang akan keluar dari mulut orang jika tahu seperti apa keadaan rumah tangga Rani yang sebenarnya. Meski sering disakiti, namun dia tetap memilih untuk bertahan. Bukan karena janjinya dengan Indira, lebih tepatnya karena Rani masih berharap Rey akan berubah dan bisa menerima dirinya. Awalnya

