Bab 1 keberangkatan.

1111 Words
Nama ku,, Dee.aku orang kampung, sehari hari aku bantu ibu di kebun, dan mengerjakan apa saja yang bisa di kerjakan, kadang bantu bantu paman jaga toko kecil nya, dan aku belum pernah pergi jauh dari rumah apa lagi bekera jadi kuli bangunan. Malam hari aku duduk di teras rumah, sambil memandangi langit yang aga mendung, katak bersuara saling bersautan. serasa sedang menantikan turun nya hujan, tidak lama kemudian hujan pun turun. "Dee.. masuk.. "ibu ku memanggil malam itu di kampung terasa sepi, mungkin karna hujan, "Dee,,, "ibu ku memanggil lagi "tutup pintunya air nya masuk tersapu angin.. "iya Buu.. saut ku. aku pun masuk sambil menutup pintu. dan duduk sebentar di ruang tamu, sebentar cuaca mulai dingin aku pun pergi ke dapur dan duduk di depan tungku, untuk menghangatkan diri karna cuaca lagi dingin. Sambil duduk dan merenung memikir kan keadaan, aku tidak kerja apa apa sudah beberapa bulan setelah kerja bantu bantu paman jaga toko kecil nya. Saat siang aku bertemu teman lama, penampilan nya rapi dan terlihat keren, seperti nya dia baru pulang dari kota. Apa aku pergi ke kota saja ya cari kerja "pikir ku,, dari pada di rumah tidak kerja apa apa, paling bantu bantu ibu kerja serabutan di kebun. setelah berhenti kerja bantu bantu paman jaga toko. Itu yang ada di piran ku" yang tidak tau bahwa kehidupan jauh dari rumah, yaitu di kota, berlipat lipat kali lebih berat dari pada di rumah. Aku pun menyampaikan niat ku pelan pelan kepada ibu. "Buu... "bagaimana jika aku kerja di kota disini sudah tidak ada kerjaan lagi. "paling bantu bantu ibu di kebun, itu pun tidak setiap hari. "bukannya kamu kerja bantu bantu pamanmu jaga toko. "sudah tidak Buu seperti nya paman sudah tidak butuh, mangkanya aku tidak kesana lagi lagian tidak di bayaran. "ibu khawatir karena kamu sendirian di sana. "coba tanyakan dulu pada pamanmu, kalau soal bayaran mungkin dia lupa. "ya sudah besok aku tanya ke paman, sekalian menayakan aku dapat bayaran apa tidak setelah bantu bantu paman jaga toko. besok nya aku pergi ke toko paman untuk menanyakan dadaku aga ada pekerjaan. "permisi mang apa ada pekerjaan lagi buat ku. "ha ah kerjaan tidak ada tidak ada kerjaan buat mu. "kerja tidak becus pergi Sanah. "kalau gitu saya mau minta bayaran sewaktu bantu paman juga toko beberapa bulan lalu. "kerja tidak becus minta bayaran tidak ada tidak ada, pergi sanah jangan ganggu. aku pun pergi dari toko itu, dan pulang. setelah sampai rumah, aku pun berniat menceritakan kejadian di toko tadi kepada ibu, namun ibu sudah lebih dulu pergi ke kebun untuk bekerja, aku pun sambil menunggu memberi pakan ternak ayam dan bebek di belakang rumah. setelah memberi pakan ternak ayam dan bebek, aku duduk di kursi bambu angin sepoi sepoi membuat mataku berat tanpa terasa aku tertidur, tanpa terasa hari sudah mulai sore. ini membangunkan dan menanyakan apa kah aku sudah ke toko paman. "Dee... bangunan suara ibu memangil l. aku pun bangun "Dee.. apa kamu sudah menayakan kepada pamanmu soal pekerjaan ada tidak. "yanya ibu "sudah Buu.. katanya tidak ada. "aku juga sudah minta bayaran sewaktu bantu bantu paman jaga toko. "tapi paman malah marah marah dan menyuruh ku pergi. aku terdiam sebentar lalu melanjutkan "sekarang paman jaga tidak butuh bantuan mangkanya aku pulang. ibu tetap diam "ya sudah ibu masuk mau bersih bersih. "iya Buu. jawab k. hari mulai gelap aku berbicara lagi soal mau kerja di kota. "Buu... bagaimana jika aku kerja di kota. "kamu mau kerja apa di kota.. taya ibu "denger denger kerja di kota bayaran nya besar. "Aku melihat teman ku yang baru pulang dari kota, seperti nya dia sudah sukses. "Jika aku kerja di kota dan dapat bayaran besar. "Ibu tidak usah kerja serabutan lagi. "ya sudah jika kamu memaksa Setelah ibu bicara di pergi ke kamar dan membawa kain aku tidak tahu itu apa. "Ini tabungan ibu, kamu ambil sebagain untuk ongkos dan bekal di sana. "jadi aku boleh Buu.. pergi ke kota..,? "Iya tapi kamu harus hati hati di sana.! jangan lupa sering sering kasih kabar. "Iya Bu. Waktu itu aku tidak tahu berapa berat nya kehidupan di kota, aku hanya berpikir enak jika kerja di kota. setelah berbicara dengan ibu aku langsung bersiap siap untuk berangkat besok pagi. Aku bangun pagi pagi sekali, saat desa masih gelap, aku berdiri di tepi jalan, kabut tipis menggantung rendah, suara ayam yang saling bersautan, dan cuaca terasa sangat dingin, karna hujan semalam. Dapur dapur rumah kayu mengeluarkan asap, karena biasanya pagi pagi sekali orang orang di kampung sudah pada bangun. "Saat aku menoleh lagi ke belakang Rumah kecil yang selalu ku tinggali, seperti sedang menahan ku untuk pergi, seakan menahan ku untuk tetap tinggal, aku menarik nafas panjang langkah ku terasa sangat berat. Dari kejauhan suara klakson bis terdengar bis tua mulai terlihat, yang di iringi asap kenalpot yang cukup tebal. Aku pun memberhentikan nya dan melangkah kan kaki ku menaiki anak tangga bis, aku paham satu hal: semenjak aku melangkah kan kaki ku menaiki anak tangga bis, kehidupan ku akan sangat berbeda saat aku tinggal di rumah, dan jauh dari ibu. Aga berat meninggalkan rumah dan ibu seorang diri di rumah. Aku masuk dan duduk di kursi belakang, dan bis pun jalan meninggalkan rumah dan kampung halaman. Bis bergerak maju perlahan tapi pasti, aku memeluk tas ku sambil melihat sekeliling, ada yang tertidur, ada yang mengobrol, ada yang memainkan HANDPHONE semuanya sibuk dengan urusan masing masing Sedangkan aku duduk sambil memeluk tas ku, sambil merenung dan berpikir bahwa aku tidak pamitan, waktu itu saat aku hendak pamit untuk pergi ibu masih tidur, aku panggil tapi tidak nyaut. sambil memeluk tas, yang ku ingat cuma kata kata. "hati hati di sana jangan lupa sering sering kasih kabar. Di situ dadaku aga sesak dan terasa berat, sempat berpikir untuk turun dari bis karna meninggalkan ibu di rumah se orang diri. Aku sempat berpikir apa aku salah ya meninggalkan ibu seorang diri di rumah, dan malah pergi ke kota untuk mencari kerja. Saat sedang merenung terdengar suara "ongkos ongkos,,, suara kenektur. Sesudah bayar ongkos aku menengok keluar jendela bis kabut yang tadinya tebal mulai menipis dan yang tadinya gelap mulai terang. pingir pinggir jalan yang tadinya di penuhi rumput dan pepohonan mulai jarang terganti rumah rumah yang rapat mulai terlihat, aku duduk cukup lama sampai aku tertidur. Setelah terbangun aku melihat keluar jendela bis, hari sudah terang matahari mulai tinggi pertanda hari mulai siang. Aku melihat gedung gedung menjulang tinggi, dan jalan yang panjang dan banyak kendaraan yang melintas, yang tidak pernah kulihat sebelumnya. Aku menyadari satu hal: bahwa aku sudah jauh dari rumah jauh dari keluarga dan jauh dari kampung halaman, bukan untuk lari...melainkan untuk mencari jalan hidup...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD