Iyel POV. Akhirnya pagi tiba setelah sehari kemarin aku istirahat dan sekarang waktunya kerja lagi. Sarah juga sudah bangun pagi ini dan membantuku bersiap kerja. Dengan dia yang belum mandi. “Kamu gak akan ke kantor?” tanyaku saat dia membantuku memakai dasi. “Siangan mungkin, atau malah nggak. Aku ada urusan cetak undangan sih, tapi harus rekap daftar tamu yang mama papamu kasih” jawabnya. “Okey” jawabku. Lalu aku diam. Kalo kemarin aku antusias mendengarkan persiapan pernikahan kami, entah kemana antusias itu. Pikiranku sudah tertuju pada papaku, karena sejak semalam dia sudah mengirim pesan, kalo menungguku untuk bicara di kantor. Dan benar saja, kalo sampai kantor, asisten papaku langsung menyuruhku ke ruangan papaku. Pagi sekali papaku datang, tumbenkan?. Artinya memang beneran

