Iyel POV. Masih tidur juga ternyata. Sepulang dari tempat om Rengga, memang Sarah tidur dan aku harus menyelesaikan pekerjanku di rumah, jadi aku tidak menemaninya tidur siang menjelang sore. Tapi ya tetap aku cek, takut dia kemana mana. Dan karena dia masih juga tidur, jadi aku lanjutkan pekerjaanku. Saat malam menjelang yang artinya sudah lewat magrib, baru dia menyusulku di ruang kerjanya yang aku pakai. Dengan rambutnya yang acak acakan dan wajahnya yang sembab, plus dadanya yang full merah merah, karena tadi sebelum tidur, aku sempat ternak cupang di situ, lalu dia mendekat. “Yang…laper…” rengeknya mulai mode kucing anggora yang menye menye. “Okey” jawabku lalu memundurkan kursi kerja yang aku duduki, karena dia naik ke pangakuanku dan duduk menyamping di situ setelah memeluk leh

