Alena’s POV Pagi yang cerah untuk memulai aktivitas. Sinar mentari terlihat bersemangat untuk menampakkan diri pada seisi jagad raya. Memberi secercah harapan dan menularkan semangatnya pada semua insan yang akan memulai hari. Hari yang baru, semangat baru adalah saat yang paling tepat untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dari hari kemarin. "Non Alena." Suara bi Dirah dari depan kamarku. Aku yang memang telah siap membuka pintu. "Iya, Bi. Kenapa?" "Ditunggu bapak sama ibu sarapan." "Oke, Bi, sebentar ya." Ku dengar Bi Dirah kemudian mengetuk kamar adikku dan menawarkan hal yang sama. Hari ini adalah hari kelulusan sekaligus pengambilan sumpah dokter untuk Abiyan. Sedikit teringat momen itu ketika aku melaluinya dulu. Pengambilan sumpah dokter bukanlah akhir perjuangan, melainkan a

