Suara adzan berkumandang, Dina terbangun dalam lelapnya. Ia merasa tubuhnya berada dalam dekapan seseorang. "Sejak kapan aku tidur dengan dia, bukankah dia masih di Surabaya. Tapi tunggu dulu, kenapa nafas dia terasa panas ya, tubuh dia juga terasa hangat. AC di kamar cukup dingin tapi kenapa aku merasa tubuhnya panas gini, apa dia sakit?" Ucap lirih Dina saat menyadari ada Azzam dalam pelukannya. Dan saat ia menggeser lengan Azzam yang berada di atas perutnya, ia merasa suhu tubuh Azzam meningkat. "Apa aku bangunkan saja dia, tapi gengsi dong kalau dia sadar aku meluk tubuhnya. Ahk.. sudahlah lebih baik aku sholat dulu." Dina turun dari ranjang secara perlahan dan membersihkan diri di kamar mandi. Kemudian dia menunaikan kewajibannya. Setelah selesai sholat, Dina mendengar suara rintih

