Part 24

1039 Words

Willy menghela napas panjang. Sekuat mungkin dia menahan emosinya agar tidak meledak. Perbuatan Aca sangat menguji kesabarannya tapi dia tidak boleh marah. Dia harus sabar menghadapi cewek itu. Dia harus maklumi karena saat ini Aca sedang tidak baik-baik saja. Ditambah lagi Aca sedang hamil jadi kesensitifan cewek itu berlipat. Selain semua alasan itu, dia sebenarnya punya satu alasan. Alasan yang tidak akan dia beritahu pada siapapun. Willy menggeser kursinya ke belakang. Dia mulai membersihkan pecahan piring yang berserak ke lantai. Satu demi satu pecahan dia kumpulkan. Lalu setelah semuanya terkumpul dia membuanganya di tempat sampah. Dia kemudian menyapu makanan yang tumpah. Saat semua sudah dia bersihkan, dia duduk kembali tanpa memperdulikan luka di kakinya yang mulai terasa perih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD