Part 35

1997 Words

Aca menarik napas. Dia duduk di pinggir tempat tidur sambil memegangi kepalanya. Ketika merasa lebih tenang dia beranjak mencari Willy. Dia dapati cowok itu di ruang tamu. Dia melihat cowok itu dengan mengintip, tidak berani mendekati langsung karena dilihat dari mimik wajah Willy yang tampak sedang sangat marah. Dia pun jadi merasa bersalah. Tapi mau bagaimana lagi. Tentu dia lebih memilih Adi daripada Willy. Anak yang dia kandung juga tentu lebih membutuhkan ayah kandung daripada ayah sambung. Aca kembali ke kamar. Dia rebahan di kasur. Sejenak memikirkan Willy dan sesekali kembali memikirkan kekasihnya. Ada rasa tidak sabar untuk bertemu dengan hari esok. Tapi ada juga rasa bimbang terhadap sikap Willy yang seperti apa nantinya. Mungkinkah cowok itu akan kembali membencinya? Ah, tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD