Dosa Terindah – 36

1684 Words

“Kak bisa bantuin aku buat bikin kue cokelat nggak hari ini? Mama tiba-tiba minta aku buat bikin kue seperti waktu itu lagi.” Ara langsung mengalungkan tangannnya di lengan Siska yang sedang membuat sereal untuk sarapan paginya. Siska hanya tersenyum tipis, lalu menarik tangannya dari Ara. “Maaf ya, tapi hari ini aku sibuk banget.” Deg. Ara hanya menatap nanar, sedangkan Siska kini sudah berjalan melenggok kembali ke kamarnya. Dua hari terakhir Ara mulai merasakan perbedaan sikap Siska terhadapnya. Siska mendadak cuek dan jutek. Terakhir kali Ara sedang dipasar dan dia menanyakan tentang suatu bumbu yang tidak dia ketahui melalui pesan w******p, tapi Siska hanya membacanya saja dan tidak membalasnya padahal Ara sudah menunggu balasan itu sekitar 20 menit. “Apa aku membuat sebuah kesal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD