Bab 22

3726 Words

MelepaskanImam masih menunggu jawaban dari Ell. Dia tidak tahu ada perlu apa Ell ke kampus Sabrin hari ini. Namun dari kedua matanya, Imam menangkap gerak-gerik Ell yang mencurigakan. "Kamu untuk apa ke sini? Mau ke sini nggak bilang-bilang Mas," diselipkannya helaian rambut Ell ke belakang telinga. Lalu diangkatnya wajah Ell untuk menatap mata Imam. Karena memang sejak awal Imam bertanya, Ell hanya menundukkan wajahnya. "Mas, aku balik ke kelas dulu, ya," ucap Sabrin. Dia merasa menjadi tidak enak berada di antara mereka. Hawa mencekamnya melebihi saat perang merebut kemerdekaan bangsa Indonesia. "Ayo, Sen," ajak Sabrin. "Assalamu'alaikum," ucap Sendi. "Wa'alaikumsalam," jawab Imam. "Ayo, aku antar kamu pulang kalau tidak ada yang penting," ditariknya tangan Ell menuju mobil jeepnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD