Andra : PraWir CV, salah satu cabang perusahaanku yang berada di Makasar. Ya, Makasar. Di sinilah aku, setelah beberapa jam sampai di kantor, yang sudah berbulan-bulan tidak aku kunjungi. Lalu menginterogasi beberapa karyawan, hingga terkuaklah kecurangan yang terjadi. Map biru yang menjadi bukti masih berada di tangan. Belum ada yang sanggup menerangkan tentang isinya. Aneh! Bukankah mereka adalah kalangan terpelajar. Aku simpan map itu, mengalihkan pandangan pada dua orang yang duduk di depan meja. Kutatap satu persatu wajah mereka. Keduanya diam. Terdengar pintu diketuk. "Masuk!" "Selamat siang, Pak Rey!" Teguh, salah satu karyawanku melangkah setelah menutup pintu. "Ini laporan keuangan yang asli, Pak," ucapnya sambil menyimpan map berwarna merah. "Perbandingannya ... sangat jau

