Siska : Dicky menurunkanku di depan gerbang halaman, dia bilang mau langsung ke supermarket. Akhirnya aku berlari karena hujan yang mulai turun. Terlihat Deren dan Darka menyambut di teras rumah. "Unty, ayo ujanan!" pinta Darka. "Iya, Unty. Kita main hujan sekalian," timpal Deren. "Jangan, Sayang. Nanti Ibu marah," tolakku. Lalu berjongkok, mengelus kedua pipi tembam mereka. "Enggak bakal. Kita udah biasa, kok," sanggah Deren. Aku terus berusaha melarang, tapi lama-kelamaan tidak tega juga melihat Deren dan Darka yang terus menarik ujung lengan kemejaku. Akhirnya, mau tak mau kuturuti keinginan mereka. Menemani dua anak lelaki itu berlompatan di bawah hujan. "Ya ampun! Deren Darka! Jahilnya kalian, sampai ngajak Aunty main hujan!" Wulan berkacak pinggang di depan pintu. "Loh, merek

