Andra : Untuk kesekian kalinya aku menggelengkan kepala, menatap rumah yang mendadak ramai seperti mal dengan diskon besar-besaran di dalamnya. Atau mungkin, seperti acara kontes kecantikan. Hampir semua tamunya perempuan, mulai dari remaja sampai paruh baya. Tidak heran, teman-teman Tante Raisa hampir semua kalangan elite. Ada juga beberapa pria, mungkin suami dari teman Tante Raisa. Namun, semakin lama sedikit terasa aneh. Karena ternyata teman Mami pun semakin bertambah banyak, bahkan beberapa modelnya turut diundang. Ketika kupalingkan wajah ke arah pintu utama, seorang perempuan bergaun biru berdiri menatapku. Dia tersenyum. Aku hanya membalas dengan senyum tipis, lalu cepat menghindar dari gerakan tubuhnya yang hendak melangkah menghampiriku. Aku memilih naik ke lantai dua, kurasa

