68. Karena Deren

2385 Words

Andra : "We are nothing!" "We are nothing!" "We are nothing!" Perkataanya itu, terus terngiang. Serupa embusan angin, terus berbisik di samping telinga. Hanya saja, bukan kesejukan yang dia bawa, tapi luka yang tertinggal. Menikam d**a, menoreh luka. Apa maksudnya? Arghh ...! Kupukul kemudi. Meluapkan amarah. Ponsel di saku jaket bergetar. Segera aku ambil. Khawatir jika Rosi menanyakan ketidakhadiranku hari ini di kantor. Saat kulihat layarnya, ternyata Dicky. "Halo, Bro!" sapaku setelah menempelkan ponsel di samping telinga. "Halo, Dra! Lagi di mana?" "Di jalan," cetusku. "Kayaknya kamu lagi galau, nih?" "To the point aja. Ada apa telepon?" "Mau kasih laporan keuangan sama kamu. Sibuk enggak?" "Aku ke sana sekarang," pungkasku. "Hati-hati bawa mobilnya," ucap Dicky. Tak k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD