Andra : "Kamu, terlalu sempurna buat aku. Kamu ... Reyandra Pratama Wirata. Kamu tau, kamu terlalu sempurna untuk perempuan seperti aku!" Aku menggelengkan kepala dengan mata terpejam. Siska ...! Apa maksud dari perkataanmu? Sempurna? Selama ini aku tidak pernah mengungkit masalah perbedaan di antara kami, bahkan aku selalu membuatnya merasa lebih dari dirinya yang dulu. Menyuruhnya kuliah, mencukupi kebutuhannya, hidup senang seperti perempuan lain. Tapi dia sendiri yang kini berbalik dan kembali pada kehidupannya yang dulu. Walau begitu, dengan keadaannya yang sekarang pun aku tidak pernah mengatakan perubahan itu sebagai perbedaan di antara kami. Hal sekecil apa pun tidak akan jadi jurang pemisah untukku. Aku tutup pintu dengan hempasan keras. Terserah orang rumah merasa tergangg

