Bukan terancam dalam bahaya, melainkan ketenaran Airin kini lebih dari apa yang dia pikirkan. Semua media televisi memberitakannya pagi ini. "Bagaimana aku bisa datang ke kantor hari ini?" tanyanya bingung. Matanya masih fokus pada pemberitaan di televisi. Brian menelepon pagi ini. Airin segera mengangkat panggilan itu cepat. "Apa kamu nggak apa-apa?" tanya Brian langsung pada inti. "Iya," jawab Airin tak bersemangat. "Tak apa, aku akan mengakui semuanya," kata Brian. "Apa? Yan, apa kamu gila! Bagaimana dengan karir kamu nanti?" tanya Airin khawatir. "Enggak, enggak. Aku pastikan semua akan baik-baik saja," kata Brian. "Jadi, kamu hanya harus mengiyakan semua pertanyaan mereka," kata Brian menginterupsikan. "Serius?" Airin masih tak percaya. "Iya, sekarang kamu kerja seperti bias

